Ibrahim melanjutkan, konflik di Selat Hormuz juga memanas setelah kapal kargo India dari Afrika menuju UEA tenggelam pada Rabu di perairan lepas pantai Oman.
Belum terungkap dalangnya sehingga hal ini juga menjadi ketegangan tersendiri di Timur Tengah.
Sejumlah kapal juga dikabarkan ditahan Iran setelah negara tersebut melakukan latihan perang besar-besaran. Lagi-lagi, ketegangan di Timur Tengah makin meningkat.
Baca Juga: Jaga Harga Sembako Stabil selama Idulfitri, Satgas Pangan Siap Beri Sanksi Produsen Nakal
Tak hanya faktor ketegangan di Timur Tengah, Ibrahim menuturkan ekspektasi kebijakan suku bunga Bank Sentral AS atau The Federal Reserve juga menjadi salah satu faktor penyebab pelemahan rupiah.
Di tengah harga gasoline yang mengalami kenaikan, kondisi itu diprediksi akan mengerek inflasi di AS.
“Ada kemungkinan besar pada 2026 Bank Sentral AS tidak akan menurunkan suku bunga.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Anggaran MBG Masih Aman
Hal itu mengindikasikan suku bunga lebih tinggi akan berdampak pada penguatan indeks dolar AS, apalagi dibarengi dengan perang dagang nanti,” terangnya.***