KLIKREAD.COM, Amerika Serikat – Selama 29 tahun beroperasi, Penjara Alcatraz yang dijuluki "Batu Karang" di tengah Teluk San Francisco dianggap sebagai tempat pengurungan yang tak mungkin ditembus.
Dikelilingi air laut sedingin es dan arus yang berbahaya, konon tak ada narapidana yang bisa lolos hidup-hidup.
Namun sejarah mencatat ada kisah pelarian yang hingga kini masih menjadi teka-teki terbesar dunia.
Di antara 36 percobaan kabur yang tercatat, sebagian besar berakhir tertangkap, tewas tenggelam, atau ditembak penjaga.
Baca Juga: Semarakkan HUT ke-81 RI, Ditpolairud Polda Kepri Sebarkan 1.000 Bendera Merah Putih ke Pulau Kasu
Namun satu nama dan kisah tak pernah bisa dilupakan: Frank Morris bersama saudara John dan Clarence Anglin.
Pada malam 11 Juni 1962, ketiganya melaksanakan rencana yang disusun berbulan-bulan dengan sangat teliti.
Mereka mengukir lubang di dinding sel tua yang rapuh menggunakan sendok yang diasah, menutupinya dengan plesteran cat agar tak terlihat.
Saat malam tiba, mereka meninggalkan patung kepala buatan dari sabun, rambut, dan semen di atas kasur agar terlihat masih tidur.
Lewat terowongan sempit, mereka naik ke atap, turun ke tanah, lalu merakit rakit dari jas hujan bekas untuk menyeberangi laut.
Baca Juga: Usia ke-27, Cokelat Band Kembali dengan Formasi Awal Bersama Kikan
Hingga kini, nasib mereka masih menjadi misteri. Pihak berwenang meyakini mereka tewas diterjang arus dan tubuhnya hanyut ke laut.
Namun keluarga Anglin bersaudara bersikeras mereka berhasil mencapai daratan dan hidup bebas di tempat jauh.
Beberapa bukti seperti kartu ucapan, foto, dan petunjuk samar terus muncul dari waktu ke waktu, namun tak pernah cukup kuat untuk memecahkan teka-teki itu sepenuhnya.