KLIKREAD.COM, Ukraina - Serangan udara Rusia terbesar terjadi, Minggu, 7 September 2025, dini hari membakar gedung utama pemerintahan di Kyiv, di Ukraina.
Hal ini telah menewaskan sedikitnya tiga orang, termasuk seorang bayi yang jasadnya ditemukan di bawah reruntuhan.
Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko, mengonfirmasi untuk pertama kalinya gedung pemerintahan di kawasan bersejarah Pecherskyi terkena serangan langsung.
Baca Juga: Viral, Presiden Donald Trump Ubah Nama Departemen dan Menteri Pertahanan AS Jadi Menteri Perang
“Atap dan lantai atas rusak parah. Tim penyelamat masih berjuang memadamkan api,” ujar Yulia dilansir dari Reuters.
Militer Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan 805 drone dan 13 rudal dalam semalam, jumlah tertinggi sejak invasi besar-besaran dimulai.
Dari jumlah itu, sistem pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh 751 drone dan 4 rudal.
Baca Juga: Serangan Besar-besaran, Israel Peringatkan Warga Gaza City Mengungsi ke Selatan
Meski begitu, kerusakan tetap meluas. Di distrik Darnytskyi, sebuah apartemen empat lantai hancur, menewaskan seorang bayi dan seorang perempuan muda.
Seorang wanita lanjut usia juga meninggal di tempat perlindungan bom, sementara 18 orang lainnya terluka, termasuk seorang wanita hamil.
Kepulan asap hitam membubung dari apartemen yang sebagian lantainya runtuh.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6.0 di Afghanistan, Korban Jiwa Tembus 1 Ribu Lebih
Foto-foto dari layanan darurat menunjukkan fasad bangunan hancur, dengan api masih membakar di beberapa titik.***