KLIKREAD.COM, Iran - Beredar viral di media sosial, video detik-detik seorang penyiar televisi di Iran menyelamatkan diri saat tiba-tiba gedung tempat ia bekerja di bom Israel.
Dalam video viral tersebut terlihat seorang perempuan berjilbab tengah membacakan berita, namun ia mendadak panik saat terdengar suara dentuman keras disertai serpihan dan asap.
Belakangan diketahui sosok pembaca berita di stasiun televisi Iran yang viral tersebut bernama Sahar Emami, presenter di stasiun TV IRIB.
Baca Juga: Kekang Kebiasaan Belanja Anda untuk Ramalan Zodiak Cancer Rabu, 18 Juni 2025
Saat ledakan terdengar, Ia mencoba menyelamatkan diri keluar lokasi dengan sambil melantunkan takbir.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmeil Baghaei. Dalam akun X nya dengan tegas menyerukan agar kiranya komunitas internasional meminta pertanggungjawaban Israel karena dinilai telah melanggar aturan hukum internasional.
Baghaei mengecam aksi penyerangan yang dilakukan Israel pada media pemberitaan yang dinilainya sebagai kejahatan perang.
Baca Juga: Hasil Kamera Utama realme 14 5G 50 MP OIS yang Bisa Diandalkan Buat Pemotretan Sehari-hari
"Dunia sedang menyaksikan: menargetkan kantor-kantor berita Iran #IRIB saat siaran langsung adalah tindakan keji yang merupakan kehahatan perang," kecamnya.
Kecaman atas pengeboman terhadap IRIB saat siaran langsung pun turut disampaikan Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ).
Melalui perwakilan CPJ Asia Barat, Sara Qudah. Mengatakan bahwa Israel tercatat kerap melakukan serangan terhadap para jurnalis di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Energi Positif Menguasai Anda untuk Ramalan Zodiak Aquarius Rabu, 18 Juni 2025
"Pembunuhan Israel yang dilakukan tanpa hukuman hampir 200 jurnalis di Gaza telah memberanikan mereka untuk menargetkan media di wilayah lain," ungkap Sara.
Israel tercatat memiliki rekam jejak dalan menargetkan jurnalia di berbagai kawasan. Sejak bulan Oktober 2023 lalu, tercatat lebih 250 jurnalis Palestina yang tewas akibat serangan negara tersebut.
Keberanian Sahar Emami menjadi sorotan banyak pihak di berbagai negara, dalam rekaman video yang viral ia kembali siaran tak lama pasca gedung IRIB TV di bom Israel pada 16 Juni 2025.***