Sementara untuk mengenali seorang gadis masih lajang atau sudah menikah, bisa dikenali dengan pakaian yang dikenakan. Salah satunya dengan lakaian Sali yang merupakan pakaian yang hanya boleh digunakan oleh para gadis.
Baca Juga: Download Buku Matematika Volume 1 dan 2 kelas 2 SD Kurikulum Merdeka
Baju Sali ini dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Wanita yang sudah menikah tidak diperbolehkan memakaian pakaian adat ini.
Grameds tidak akan mengira bahwa pakaian ini terbuat dari kulit pohon pilihan atau daun sagu yang kering. Salah satu kriterianya kulit pohon harus berwarna coklat supaya pakaian yang dihasilkan tampak sempurna.
Tidak hanya itu, pakaian juga akan menarik, dan sedap dipandang. Karena jika dilihat sekilas, pakaian adat ini tampak seperti kain jahitan saat dipakai oleh para gadis Papua.
Selain itu, fungsi dari hiasan rumbai dikepala Kaesang dan Erina juga sebagai hiasan tambahan pakaian adat Papua. Hiasan rumbai ini terbuat dari bulu burung kasuari yang berwarna putih atau kuning.
Pemilihan bulu burung kasuari sebagai bahan hiasan rumbai karena bentuknya unik dan menarik. Terkadang hiasan ini juga dikombinasikan dengan bulu kelinci, namun terkadang bulu diganti dengan ilalang sebagai bahan dasarnya.
Sebelumnya, foto prewedding Kaesang dan Erina terlihat mengenakan berbagai macam pakaian tradisional Indonesia. Seperti khas Gorontalo, Kalimantan Timur, Lampung, NTT, hingga Bali.***