KLIKREAD – Kualitas sperma dinilai menjadi salah satu faktor penentu dalam upaya pasangan suami istri memperoleh keturunan.
Oleh karena menjadi bagian penting dalam pembuahan sel telur, kualitas sperma menjadi indikator kesuburan pria dalam proses hubungan suami istri.
Sementara itu, saat proses hubungan suami istri, kuantitas sperma yang rendah bukanlah penentu umum terjadinya kegagalan pembuahan sel telur.
Baca Juga: Honda Vario EV Resmi Hadir di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya
Meski begitu, pasangan suami istri disarankan untuk memperhatikan kuantitas dan kualitas sperma dalam merencanakan program kehamilan.
Soalnya, makin banyak kuantitas sperma yang dimiliki maka semakin tinggi pula peluang keberhasilannya.
Sekalipun hanya satu sel sperma yang akan membuahi sel telur, tetapi proses yang harus dilalui sperma untuk mencapai sel telur terbilang sulit.
Baca Juga: Skutik Terbaru! TVS NTORQ 125 Lawan Baru Honda BeAt, Cek Spesifikasi dan Harganya
Oleh karenanya, dalam tulisan ini KlikRead mengungkap fakta medis penyebab kuantitas sperma yang rendah dan pengaruhnya dalam hubungan suami istri seperti dikutip dari Healthline.
Memiliki lebih sedikit sperma masih memiliki peluang kehamilan pada sang istri seiring waktu.
Meski begitu, belum didapat statistik untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan pembuahan sel telur dengan jumlah sperma yang sedikit.
Baca Juga: Inilah 6 Tipe Vespa Klasik yang Diburu Para Kolektor
Soalnya, hal itu tergantung pada jumlah faktor yang bersifat individual dan pasangan, termasuk seberapa rendah jumlah sperma dan seberapa sehat sperma.
Semisal, motilitas sperma untuk mencapai sel telur. Apabila motilitas baik, kuantias sperma yang sedikit boleh jadi bukan masalah besar.