KLIKREAD.COM - Jalan Braga merupakan jantung historis Kota Bandung, Jawa Barat, berawal dari jalan setapak berlumpur bernama Pedatiweg (Jalan Pedati) pada abad ke-19 yang menghubungkan gudang kopi dengan Jalan Raya Pos.
Namun berubah menjadi pusat perbelanjaan, mode, dan hiburan mewah ala Eropa (Paris van Java) pada awal abad ke-20, kawasan ini kini menjadi ikon wisata yang melestarikan arsitektur kolonial.
Jalan Braga bukan hanya memiliki banyak tempat nongkrong yang asyik, tetapi juga sejarah panjang yang menarik.
Jalan ini telah menjadi tempat berkumpul kaum elite sejak zaman kolonial Belanda.
Nama jalan Braga diambil dari kondisi jalan saat itu yang hanya bisa dilalui pedati.
Jalan ini menghubungkan gudang kopi milik Andreas de Wilde yang kini menjadi Balai Kota Bandung dan Jalan Raya Pos atau Groote Postweg yang saat ini menjadi Jalan asia Afrika.
Karena posisinya yang strategis, pada abad ke-19, jalan ini pun berubah menjadi pusat perbelanjaan warga Belanda di Kota Bandung dan sekitarnya.
Baca Juga: Kepulauan Riau, Tujuan Wisata Alam yang Indah dan Berkelanjutan
Namun, hanya kalangan elit saja yang mampu belanja di sini, misalnya para pengusaha perkebunan teh atau preangerplanters.
Orang menjuluki kawasan ini sebagai De meest Eropeesche winkelstraat van Indie atau kompleks pertokoan Eropa paling terkemuka di Hindia Belanda.
Asal-usul nama jalan ini memiliki banyak versi, salah satu versi menyebutkan bahwa nama "Braga" diambil dari nama Theotila Braga, seorang penulis naskah drama yang hidup antara tahun 1834-1924.
Nama itu dikaitkan dengan jalan ini karena Braga dulunya merupakan tempat perkumpulan drama bangsa Belanda yang didirikan oleh Peter Sijht pada 18 Juni 1881.