Keuntungan yang bisa diraih setiap kali panen bisa menembus angka 7 Miliar.
Hingga tiba suatu masa, kawasan Desa Mendak dilanda virus yang mematikan sebagian besar pohon cengkeh yang menjadi sumber penghasilan utama tersebut.
Hebatnya, masyarakat setempat tidak larut dalam kesedihan akan peristiwa itu.
Mereka bangkit, dan mulai menanam pohon buah durian, dan manggis.
Baca Juga: Melihat Kampung Sawah di Wisata Edukasi Keluarga Agribisnis Sei Temiang Batam
Selain itu, masyarakat Desa Mendak terus berupaya melihat potensi lokal yang bisa dipublikasikan ke masyarakat.
Ternyata potensi lain yang dimiliki oleh Desa mendak adalah potensi wisata alam.
Hanya dengan modal awal sebesar 45 juta rupiah, dimulailah pembangunan objek wisata Watu Rumpuk Tapak Bimo.
Kawasan yang awalnya hanya dipenuhi oleh rumput liar, dan tumpukan bongkahan batu besar, berubah menjadi lokasi yang nyaman, dan enak untuk dilihat.
Baca Juga: Sensasi Berpetualang Layaknya Tarzan di Kawasan Wisata Lembah Pelangi Sekupang, Batam
Seiring berjalannya waktu, objek wisata Watu Rumpuk terus mengalami penataan.
Hingga pada akhirnya, sejumlah prestasi di bidang wisata mampu diraih.
Dan kini, jalan menuju wisata Watu Rumpuk sudah nyaman dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, hingga sampai ke area parkiran.
Spirit kebangkitan tersebut kiranya patut dicontoh oleh semua orang, bahwa peristiwa pahit apapun.
Baca Juga: Merasakan Sensasi Nginap Langsung Bersama Aneka Satwa Liar di Taman Safari Indonesia Bogor