Tugas utamanya adalah menyerap hentakan dan mengubah energi dari benturan itu menjadi gerakan yang lebih halus dan terkontrol.
Ketika per ini tidak berjalan optimal, getaran dari jalan akan langsung diteruskan ke tubuh kamu dan penumpang.
Akibatnya, perjalanan jadi terasa tidak nyaman, bahkan bisa berisiko pada pengendalian motor di kecepatan tinggi.
Baca Juga: Inilah Biang Penyebab Jika Piston Kendaran Motor Alami Kerusakan, Segera Lakukan Pergantian
3. Menjaga Keseimbangan dan Stabilitas
Keseimbangan saat berkendara sangat dipengaruhi oleh sistem suspensi, termasuk per.
Ketika motor berbelok atau ber-manuver, per shockbreaker bekerja ekstra untuk menjaga posisi motor tetap stabil, khususnya pada motor matic dan sport yang sering digunakan harian.
Per yang masih bagus akan menjaga posisi ban tetap menempel ke jalan, mengurangi efek selip atau limbung.
Jadi, kamu tetap bisa mengontrol motor secara presisi di berbagai kondisi jalan.
Baca Juga: Ternyata Ini Biang Penyebab Jika Komponen Seal Kruk As Motor Sering alami Kebocoran
4. Menentukan Karakter Suspensi (Empuk atau Keras)
Setiap motor punya karakter suspensi berbeda, dan per menjadi komponen utama yang menentukan apakah suspensinya terasa empuk, sedang, atau keras.
Hal ini tergantung pada jenis ulir per yang digunakan dan tingkat kekerasannya.
Motor trail biasanya menggunakan per yang lebih empuk untuk kenyamanan di medan off-road.
Sementara motor balap cenderung menggunakan per keras untuk kestabilan di kecepatan tinggi.