Baca Juga: Ngecas Kendaraan EV di SPKLU Shell Jagorawi Leboh Cepat Baterai Hingga Full
Misalnya, motor sport 150 cc atau 250 cc sebaiknya tidak diisi Pertalite karena oktannya terlalu rendah.
3. Tumpukan Karbon di Ruang Bakar
Lama-kelamaan, sisa pembakaran bisa menumpuk dan membentuk kerak karbon di ruang bakar.
Endapan ini bisa meningkatkan rasio kompresi secara tidak langsung dan memicu pembakaran dini.
Akibatnya, mesin jadi mudah ngelitik meskipun sudah pakai bahan bakar yang sesuai.
Baca Juga: 7 Tips Memilih Velg Motor agar tidak Mempengaruhi Perfoma dan Keselamatan Berkendara
4. Setelan Pengapian Tidak Tepat
Pengapian yang disetel terlalu maju dapat menyebabkan percikan api terjadi sebelum waktu idealnya.
Ini menyebabkan campuran udara dan bahan bakar terbakar sebelum piston mencapai titik atas, yang kemudian menimbulkan bunyi ngelitik.
5. Kualitas Oli Menurun
Meski tidak secara langsung menyebabkan ngelitik, oli yang sudah menurun kualitasnya bisa membuat mesin lebih cepat panas.
Suhu mesin yang terlalu tinggi akan memperbesar risiko pembakaran dini, apalagi jika ditambah bahan bakar yang kurang tepat.
Baca Juga: Pemilik Mobil Listrik Perlu Tahu, Inilah Efek Buruk Jika Mobil Listrik Sering Pakai Fast Charging
6. Sensor atau ECU Bermasalah (Pada Motor Injeksi)