KLIKREAD.COM - Fungsi utama dari knock sensor adalah untuk mengirimkan sinyal ke komputer mesin (ECU) untuk mengatur waktu pengapian pada mesin agar tidak terjadi knocking atau detonasi.
Ketika knock sensor mendeteksi adanya knocking pada mesin, maka ECU akan memperbaiki waktu pengapian dan mengurangi risiko kerusakan pada mesin.
Dengan adanya knock sensor, mesin dapat bekerja secara efisien dan dapat menghindari kerusakan yang disebabkan oleh knocking atau detonasi.
Baca Juga: Lakukan Perawatan Rutin Terhadap Knock Sensor Guna Mencegah Kerusakan Mesin
Hal ini juga dapat meningkatkan performa mesin dan mengurangi konsumsi bahan bakar, serta dapat memperpanjang umur mesin mobil.
Jadi, fungsi knock sensor sangat penting dalam menjaga kesehatan mesin mobil dan memastikan mobil dapat beroperasi dengan aman dan efisien.
Berikut fungsi knock sensor dalam kendaraan
Baca Juga: Ternyata Inilah Biang Penyebab Pendingin AC Mobil Terasa Bau
Knock sensor bekerja dengan mendeteksi getaran atau suara ketukan yang dihasilkan oleh mesin saat terjadi knocking atau detonasi.
Ketukan ini dapat terjadi ketika bahan bakar di dalam ruang bakar terbakar secara tidak terkontrol, yang dapat merusak mesin.
Knock sensor terpasang pada blok mesin atau kepala silinder mesin mobil dan terhubung dengan komputer mesin (ECU).
Baca Juga: Minat Masyarakat Berubah, Kini Pasar Otomotif Indonesia Alami Perubahan dari LCGC ke LCEV
Ketika knocking terjadi, sensor ini akan mendeteksi getaran atau suara ketukan dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dikirimkan ke ECU.
Setelah menerima sinyal dari knock sensor, ECU akan memperbaiki waktu pengapian pada mesin dan mengurangi risiko terjadinya knocking atau detonasi.