KLIKREAD.COM - Saat berada di lokasi parkir, ada yang namanya car stopper beton sebagai penanda batas mobil berhenti saat parkir.
Selain car stopper beton, pengemudi mobil juga ada yang memanfaatkan pinggiran trotoar sebagai batas untuk berhenti.
Menjadikan car stopper atau pinggiran trotoar sebagai batas untuk berhenti, tentunya tidak ada masalah.
Baca Juga: JMSI Kepri Tawarkan Program Unggulan ke Kepala Sekolah untuk Dunia Pendidikan
Namun perlu diketahui bahwa jangan sampai saat berhenti, ban mobil tertekan oleh car stopper atau pinggiran trotoar dalam jangka waktu lama.
Tidak langsung kejadian sih, namun efek jangka panjangnya bisa bikin ban alami masalah.
Bukan ngada-ngada nih, Wibowo Santosa pemilik Permaisuri Ban secara gamblang menerangkannya.
Baca Juga: Terdapat 3 Komponen Mobil Bisa Berkarat Jika Terabas Banjir
"Sisi pinggirnya ban itu seperti tiang fondasi.
Walaupun ban bersifat fleksibel, kalau ditekan terus seperti itu dalam waktu yang lama tentu akan membuat strukturnya terganggu," terang Wibowo Santoso dikutip dari gridoto.com.
Bowo melanjutkan, jika struktur ban sudah terganggu, maka bisa menyebabkan masalah seperti benjol pada ban.
Kondisi seperti ini disebabkan adanya efek tekanan benda padat seperti trotoar, sehingga bisa membuat benang baja yang ada pada ban menjadi terputus.
Mengisi angin ban mobil yang kempis, jangan sampai tekanannya kelebihan.
Baca Juga: Inilah Akibatnya Bila Extra Fan Radiator Mobil Mati, Mesin Bisa Jadi Overheat
Pastikan kamu tahu seberapa tekanan angin standar yang direkomendasikan pabrikan, sebelum nambah angin pada ban.