Delapan inti CPU SoC ini terdiri atas satu inti Cortex-X2 (3.00 GHz), tiga inti Cortex-A710 (3x2.40 GHz) dan empat inti Cortex-A510 (1.70 GHz). Snapdragon 8 Gen 1 juga mengandung GPU Adreno 730 dan berbagai komponen lain.
Semuanya disatukan melalui fabrikasi 4 nm.
Baca Juga: Jajaran KNTI Kepri Berikan Ucapan Selamat Atas Diresmikannya Kodaeral IV Batam
Pada dapur pacau Galaxy S22, SoC ini didukung RAM 8 GB LPDDR5 dan penyimpanan internal UFS 3.1, baik varian 128 GB maupun 256 GB.
Kami pun memperkirakan bahwa performa yang ditimbulkan Galaxy S22 tak akan jauh berbeda dari Galaxy S22+ mengingat spesifikasi keduanya sama.
Namun, Galaxy S22 memiliki sistem termal yang lebih sensitif dengan kenaikan temperatur akibat bentuknya yang lebih kecil.
Dugaan kami didasarkan pada pengalaman Sascha Segan, dari PC Mag, yang mengetes ketiga ponsel melalui aplikasi CPU Throttling Test.
Baca Juga: Ada Beberapa Perbedaan Pendapat di Rumah untuk Ramalan Zodiak Cancer Jumat, 15 Agustus 2025
Segan berkata, Galaxy S22+ adalah ponsel yang paling adem dan paling kencang dibanding Galaxy S22 dan S22 Ultra.
Kendati demikian, performa HP ini tetap tinggi jika dilihat dari skor-skor yang dicatatkan via aplikasi-aplikasi benchmark sintetis.
Skor multicore HP ini yang tampak pada aplikasi GeekBench 5 adalah 3341.
Skor tersebut cukup tinggi dan menandakan bahwa kemampuan multitasking Galaxy S22 bisa diandalkan.
Menurut pengalaman Sean Riley, HP ini lancar digunakan saat membuka lusinan tab Google Chrome sambil memutar video Netflix (di latar belakang).
Sesekali Riley juga berpindah ke tampilan aplikasi Twitter, YouTube Music, dan Gmail.
Soal performa gaming, Galaxy S22 dapat menjalankan gim PUBG Mobile pada setelan grafis dan frame rate tertinggi.