Ketika kopling selip, tenaga mesin tidak sepenuhnya disalurkan ke roda, yang mengakibatkan akselerasi lambat.
Meskipun mesin sudah berputar tinggi.
Sebutan lain dari hal ini adalah ngempos.
Baca Juga: Agar Tidak Terjadi Shock Motor Alami Kerusakan, Saatnya Melakukan Penggantian Oli
Penyebabnya karena pegas jadi lemah dan kampas juga habis.
Gejala ini membuat konsumsi bahan bakar lebih boros.
Sebab, meski mobil tidak bertenaga, ruang bakar yang ada pada mobil masih terus bekerja.
Baca Juga: Aki GS Astra SEALED MF agar Berumur Panjang, Begini Cara Perawatannya
4. Bau Terbakar
Jika Anda mencium bau terbakar saat menggunakan kopling.
Kemungkinan besar kanvas kopling sudah aus atau terjadi gesekan berlebihan akibat kopling yang selip.
Apalagi pada jalanan yang macet atau tanjakan. Bau terbakar ini semakin menyengat.
Baca Juga: Chery Tiggo Cross Berlimpah Fitur Canggih, Segini Harganya Tak Sampai Rp300 Jutaan
5. Pedal Kopling Terasa Berat
Pedal kopling yang terasa lebih berat dari biasanya dapat menandakan pegas kopling yang rusak atau mekanisme kopling yang mulai aus.