Baca Juga: Begini Cara Upgrade Ringan Menaikkan Tenaga Kijang Innova Diesel Hingga 25 DK
Nah, baik sok single action maupun double action ini.
“Bila kinerjanya mulai aus atau lemah, efeknya hampir mirip, yakni kemampuan meredam guncangan jadi berkurang,” jelasnya.
Ciri-ciri yang bisa dirasakan, terutama untuk sok depan, salah satunya ketika melakukan pengereman, bagian depan mobil akan terasa amblas atau turun terlalu banyak dari biasanya.
“Sebaliknya ketika mobil sudah berhenti, bagian depannya akan cepat mengayun ke atas,” papar pria yang pernah bekerja di bagian technical service PT Toyota Astra Motor (TAM) ini.
Baca Juga: Cuci Part di Bengkel Resmi Yamaha Tidak Pakai Bensin Lagi, Ternyata Gunakan Cairan Ini
Itu karena kemampuan meredam kompresi dan rebound-nya sudah berkurang.
Untuk memastikannya, dalam kondisi mobil diparkir coba ayunkan bagian depan mobil dengan cara ditekan ke bawah, lalu dilepas.
Jika bagian depan mobil mudah amblas dan saat kita lepas bagian depan mobil menyayun terlalu cepat, bisa dipastikan sokbreakernya sudah lemah.
“Kalau sokbreakernya masih bagus, ketika bagian depan mobil kita tekan, turunnya cuma sedikit.”
Baca Juga: Mesin Nissan Grand Livina Ngelitik? Lakukan 2 Cara Ini
“Sebaliknya ketika tekanan pada bagian depan mobil kita lepas, pasti mengayun ke atasnya akan lebih pelan.
Sama halnya sokbreaker belakang,” terang Pak Abi. Efek yang akan ditimbulkan saat mobil dikendarai,
“Yang jelas bantingan mobil akan terasa kurang nyaman.
Baca Juga: Setir Mobil Bekas Toyota Avanza Jadi Terasa Berat? Ini Penyebabnya