Hal itu dapat memicu terjadinya ban pecah sewaktu dikendarai.
Baca Juga: Pahami Tips Caranya Agar Turbo di Mesin Mobil Diesel Bisa Awet
3. Jangan gunakan ban vulkanisir
Meski ban vulkanisir jauh lebih murah daripada ban baru dan lebih baik daripada ban yang gundul, namun ban ini cepat mengalami kerusakan.
Oleh karena itu, lebih baik untuk mengganti ban baru meskipun harganya cukup tinggi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan saat berkendara.
4. Perhatikan tekanan ban
Dikutip dari motorbeam, salah satu penyebab utama ban pecah atau meledak adalah tekanan ban yang tidak tepat.
Periksa secara teratur mengenai tekanan ban menggunakan alat pengukur atau periksakan ke penyedia pengukur tekanan ban.
Selain mengurangi risiko pecah, ban yang mempunyai tekanan yang tepat juga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar, cengkeraman ban, dan stabilitas saat menyetir.
Baca Juga: Mobil Suzuki Jimny Lima Door Makin Stylish dengan Body Kit Carstyle Tersedia Enam Warna Pilihan
5. Periksa ban secara teratur
Dikutip dari gridoto.com, sebelum berkendara, sebaiknya untuk memeriksakan ban dengan cermat apakah ada tanda-tanda kerusakan seperti sobek, muncul benjolan, atau keausan yang berlebih.
Masalah seperti itu dapat melemahkan struktur ban dan membuatnya lebih rentan untuk pecah.
Jika terdapat tanda-tanda kerusakan, sebaiknya untuk segera mengganti ban.