KLIKREAD - Menjadi tuan rumah pelaksanaan Piala Dunia memang bukan hal yang mudah. Seperti yang dialami oleh Qatar, kontroversi selalu menyertainya bahkan hingga dua hari menjelang kick off Piala Dunia 2022 dimulai.
Dalam beberapa pekan terakhir, serangan bertubi-tubi diarahkan kepada Qatar sebagai tuan rumah, mulai dari isu HAM pekerja migran, isu LGBTQ+, isu intimidasi terhadap wartawan dan yang terakhir adalah isu penyuapan untuk laga pertama Piala Dunia 2022.
Tuan rumah Piala Dunia saat ini harus menghadapi tuduhan serius, yang akan membuat mereka berada dalam posisi yang buruk. Menurut Amjad Taha, pakar dari British Middle East Center for Studies and Research di Arab Saudi, ada dugaan penyuapan yang dilakukan oleh tuan rumah.
Dia melaporkan bahwa delapan pemain Ekuador diduga telah disuap uang sebesar masing-masing $7,4 juta sebagai imbalan untuk memenangkan pertandingan melawan Qatar.
Apakah ada tekanan bagi Ekuador untuk kalah melawan Qatar?
Amjad Taha yang juga seorang wartawan, info penyuapan berasal dari sumber-sumber internal Ekuador dan Qatar. Sumber tersebut mengkonfirmasi operasi penyuapan tersebut.
Menurut laporan dari British Middle East Center for Studies and Research, Qatar menawarkan Ekuador untuk membiarkan mereka menang 0-1 dengan gol di babak kedua. Jika itu dilakukan akan ada imbalan biaya yang akan ditransfer.
Publikasi informasi yang memang masih belum terkonfirmasi dengan benar, semacam itu sulit untuk diabaikan. Qatar sendiri pernah dituduh menyuap FIFA dengan uang jutaan dolar untuk dipilih sebagai tuan rumah Piala Dunia tahun ini.
Dua hari sebelum dimulainya Piala Dunia, baik pemerintah maupun Federasi Sepak Bola Qatar belum mengomentari tudingan yang sudah beredar tersebut.***