Bagi seluruh penduduk Argentina tentunya akan mendambakan trofi Piala Dunia diangkat oleh Messi sebagai bentuk penghormatan kepada Maradona. Dan rakyat Argentina tidak akan lagi memperdebatkan siapa yang terbaik diantara keduanya.
Baca Juga: Tunisia Terancam Dicoret dari Piala Dunia 2022 Qatar Akibat Ancaman Sanksi dari FIFA
Analisa Kekuatan Argentina
Diprediksi melalui statistik Argentina dan 3 lawan lainnya di Grup C, maka diyakini Argentina tidak akan kesulitan untuk melaju dengan mulus ke babak 16 besar. Namun, Polandia dengan Robert Lewandowski di atas kertas harus lebih diwaspadai.
Polandia bisa jadi sandungan bagi La Seleccion untuk bisa menjadi juara Grup C yang akan memudahkan jalan mereka ke fase berikutnya hingga ke partai puncak.
Baca Juga: Starting XI Pemain-pemain Tua di Piala Dunia 2022 Qatar, Ada Ronaldo, Suarez, dan Modric
Sejarah
Argentina tercatat dua kali keluar sebagai juara Piala Dunia yaitu pada tahun 1978 dan 1986. Di Piala Dunia 1978, La Albiceleste menjadi juara di kandang sendiri dengan bintang mereka Mario Kempes menaklukan Belanda di final dengan skor 3 - 1.
Sedangkan pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, ditengah suhu udara yang cukup panas, Diego Maradona mengangkat trofi Piala Dunia di Azteca Stadium, setelah mengalahkan Jerman dengan skor 3 - 2.
Baca Juga: Trofi Piala Dunia Dibuat Seniman Asal Italia Dengan Berat 6 Kilogram Emas
Pada Piala Dunia 1978, Argentina diisi sejumlah pemain bintang selain Mario Kempes, ada juga Ubaldo Fillol, Alberto Tarantini, Leopoldo Luque, dan Daniel Passarella sebagai kapten.
Argentina merebut panggung utama Piala Dunia 1986 di Meksiko. Tarian Tim Tango dimotori Maradona yang dibantu oleh Ricardo Giusti, Sergio Batista, Jorge Burruchaga, dan Jorge Valdano.
Baca Juga: Grup B Piala Dunia 2022 Qatar, Grup Yang Sarat Permusuhan Politik
Pemain-pemain tersebut berhasil mengimbangi permainan apik dan nyentrik Maradona. Alhasil membawa negaranya meraih gelar kedua dalam sejarah.
Di edisi 1990 dan 2014, Argentina melaju ke final. Dalam dua partai pamungkas tersebut, Tim Tango selalu tumbang di tangan musuh besarnya, Jerman, dengan skor sama 1 - 0.