KLIKREAD - Akhir-akhir ini FIFA, organisasi sepakbola dunia, didesak oleh berbagai pihak untuk mengeluarkan Iran dari keikutsertaannya di Piala Dunia 2022 Qatar.
Bahkan seruan desakan kepada FIFA ini diarahkan agar FIFA mengganti Iran di Piala Dunia 2022 dengan Ukraina.
Baca Juga: Paspampres Amankan Perempuan Bersenjata Api Yang Akan Menerobos ke Istana Presiden
Iran sendiri pada gelaran Piala Dunia 2022 kali ini akan berada di Grup B, yang mana tiga tim lainnya adalah musuh politik Iran di dunia politik internasional, yaitu Amerika, Inggris, dan Wales. Apalagi Amerika yang notabenenya mereka tidak punya hubungan diplomatik yang baik sejak tahun 1980.
Iran dijadwalkan akan menghadapi Inggris dalam pertandingan pembukaan turnamen empat tahunan itu pada 21 November.
Baca Juga: Mohammad Yamin dan Sumpah Pemuda 1928, Proses Penciptaan Nasionalisme Indonesia
Seperti dilansir dari laman sportbible, awal bulan Oktober ini, kelompok hak asasi manusia bernama Open Stadiums meminta badan sepak bola dunia FIFA untuk melarang tim nasional Iran berpartisipasi di Piala Dunia 2022 karena perlakuan negara terhadap perempuan
Isu pelanggaran HAM di Iran memang kerap kali diangkat oleh berbagai pihak untuk 'memojokkan' Iran dalam pergaulan internasional.
Baca Juga: Ronaldo Enggan Melihat Messi Menjadi Juara dan Mengangkat Piala Dunia 2022 Qatar
Open Stadiums menyoroti kasus Mahsa Amini yang diduga ada pelanggaran HAM. Isu ini muncul ketika protes meluas di Iran atas kematian Mahsa Amini, seorang wanita Kurdi berusia 22 tahun yang meninggal saat dalam tahanan polisi awal bulan ini.
Selain kasus Amini, Pemerintah Iran juga terus dikritik atas dukungannya kepada Rusia dalam invasi yang sedang berlangsung ke Ukraina.
Baca Juga: Komposisi Pemain Argentina Yang Bakal Dibawa Oleh Lionel Scaloni ke Piala Dunia 2022 Qatar
Kementerian Pertahanan Inggris mengklaim punya bukti kuat bahwa Iran terus memasok Rusia dengan kendaraan udara tanpa awak (UAV) atau drone, yang telah digunakan untuk menyerang target di seluruh Ukraina akhir-akhir ini.
Bahkan salah satu bos dari klub asal Ukraina, Shakhtar Donetsk, Sergei Palkin, telah meminta FIFA untuk mencoret Iran dari tempat Piala Dunia 2022 Qatar. Dan posisi mereka harus diberikan kepada Ukraina, yang dikalahkan 1-0 oleh Wales di final play-off satu jatah untuk negara Eropa di Piala Dunia pada bulan Juni lalu.