KLIKREAD - Bacaan Ringan Menjelang Piala Dunia 2022
Semua penggemar sepakbola dunia yang sudah memasuki usia 40an tahun tentu ingat betul dengan aksi Diego Maradona, El Pibe de Oro, saat beraksi pada perempat final Piala Dunia 1986 Meksiko.
Aksi-aksi Maradona sepanjang pertandingan tersebut memang menjadi sebuah cerita legendaris dan mendekati mitos.
Baca Juga: Emmanuel Petit, Mbappe itu Annoying Banget, Merasa Lebih Tinggi Dari Klubnya Sendiri
Mitos itu lahir karena ada dua aksi Maradona di Stadion Azteca saat itu yang membuat Inggris harus pulang lebih cepat dari Piala Dunia 1986.
Aksi pertama adalah Hand of God, gol Tangan Tuhan, demikianlah Maradona menyebutnya, aksi tersebut hingga saat ini diyakini oleh orang Argentina sebagai campur tangan Tuhan yang ingin Argentina juara Piala Dunia. Mitos tercipta atas gol Tangan Tuhan dari Maradona.
Aksi kedua adalah aksi yang diakui sebagai Goal of the Century, gol yang lahir dari sebuah kejeniusan, paduan kecepatan, kecerdikan, kelincahan, dan skill sempurna dari D10S, Diega Armando Maradona.
Melewati hampir enam pemain dengan menggiring bola dari pusat lapangan tengah, berlari sejauh 60 meter tanpa bisa dihentikan oleh pemain-pemain Inggris termasuk kiper Shilton, Maradona dengan kaki kiri ajaibnya menyontek lembut bola Azteca Adidas ke gawang Inggris untuk kedua kalinya.
Aksi-aksi Maradona tersebut membuat Piala Dunia 1986 banyak dikenang oleh penggemar sepakbola dunia, karena aksi Maradona secara single handedly membuat Argentina menjadi juara dunia untuk kedua kalinya.
Lantas saat ini setelah dari 30 tahun yang lalu berlalu Piala Dunia 1986, wasit Ali bin Nasser yang mengesahkan gol Hand of God Maradona menuai berbagai kecaman, karena ia akan melelang atau menjual bola Azteca 1986 yang digunakan pada Hand of God itu seharga 3 juta poundsterling.
Seperti di lansir dari laman The Sun, wasit Ali bin Nasser yang dianggap ceroboh oleh fans Inggris, yang menghadiahkan gol Tangan Tuhan Diego Maradona ke gawang Inggris mencoba menjual bola Hand of God seharga 3 juta poundsterling