KLIKREAD.COM - Momen Ramadan menjadi sangat spesial, sebab kehadirannya hanya sekali dalam setahun dan sangat dinanti semua umat Muslim.
Begitu bulan Ramadan tiba, sepanjang tiga puluh hari seorang muslim berupaya agar keimanan dan ketakwaannya kaffah sebagai khalifatul fil ardhi.
Maka dari itu bulan Ramadan merupakan musim perlombaan manusia menang dan beruntung.
Baca Juga: Makan Sahur Merupakan Sunnah Dianjurkan bagi Orang Berpuasa
Seperti Ibnul Jauzi رحمه الله berkata:
إنما هذا الشهر مضمار الخلق، يتسابقون فيه بطاعة الله، فسبق قوم ففازوا، وتخلف آخرون فخابوا
“Ramadhan adalah arena perlombaan manusia. Mereka berlomba dalam ketaatan. Ada yang menang dan beruntung, ada yang tertinggal lalu merugi.”
(Sumber: At-Tabshirah, 2/78)
Syarah ringkas. Ibnu al-Jauzi رحمه الله menyerupakan Ramadhan dengan “mudmār”, yaitu arena pacuan kuda, tempat kuda-kuda terbaik dipacu sekuat tenaga hingga garis akhir.
Baca Juga: Keutamaan Shalat Tarawih Hari ke -21 hingga Hari ke- 30 dalam Kitab Durratun Nasihin
Gambaran ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan bulan santai atau bermalas-malasan, melainkan bulan percepatan amal, saat setiap mukmin seharusnya mengerahkan seluruh kemampuan ibadahnya.
Di bulan ini pahala dilipatgandakan, pintu-pintu surga dibuka, dan sebab-sebab maksiat dipersempit.
Karena itu, orang beriman semestinya meningkatkan kualitas dan kuantitas ketaatan, bukan justru menurunkan semangatnya.
Baca Juga: Keutamaan Shalat Tarawih Hari Pertama hingga Hari Ke 10 dalam Kitab Durratun Nasihin
Pada akhirnya manusia terbagi menjadi dua golongan: mereka yang bersungguh-sungguh lalu meraih ampunan dan derajat tinggi, dan mereka yang lalai sehingga keluar dari Ramadhan tanpa perubahan apa pun, lalu merugi.