KLIKREAD.COM - Makan sahur merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang yang akan menjalani ibadah berpuasa.
Tidak hanya dalam puasa Ramadan yang wajib saja, melainkan juga dalam puasa sunnah.
Keutamaan yang luar biasa dari makan sahur dapat kita cermati dalam pembahasan berikut ini.
Baca Juga: Keutamaan Shalat Tarawih Hari ke -21 hingga Hari ke- 30 dalam Kitab Durratun Nasihin
Perlu diketahui sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan sahuur (السَحُور), secara bahasa Arab berarti makanan yang disantap sebelum berpuasa.
Adapun suhuur (سُحُور), adalah perbuatan menyantap makanan sahur.
Penyebutan dan penggunaan kedua istilah ini kerap terbalik dalam bahasa Indonesia.
Terdapat beberapa hadits yang menyebutkan tentang keutamaan makanan sahur, diantaranya dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Baca Juga: Keutamaan Shalat Tarawih Hari ke -11 hingga Hari ke- 20 dalam Kitab Durratun Nasihin
“Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makanan sahur terdapat barakah” (Muttafaqun ‘alaih).
Barakah maknanya ialah kebaikan yang tetap dan banyak.
Barakah dalam hadits ini, mencakup baik makanan sahur (as sahuur), maupun perbuatan sahur itu sendiri (suhuur).
Akan tetapi riwayat hadits yang lebih banyak digunakan ialah as sahuur, makanan sahur.***