KLIKREAD.COM- Ketenangan hati yang hakiki tidaklah didapat dengan meditasi, melainkan dengan keimanan yang benar kepada Allah ‘azza wa jalla.
Karena ketenangan hati adalah anugerah dari Allah ‘azza wa jalla untuk orang-orang yang beriman,
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
“Dialah (Allah) yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang yang beriman, supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).
Baca Juga: Inilah Cara Menggapai Manisnya Keimanan dan Lezatnya Ketaatan kepada Allah SWT
Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Hikmah.” [Al-Fath: 4]
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan dizkir kepada Allah.
Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah hati menjadi tenteram.” [Ar-Ra’d: 28]
Dan semua amal shalih bagian dari keimanan dan termasuk dzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Baca Juga: Inilah Menyebabkan Ketaatan Menjadi Berat dan Ibadah Terasa Hambar
Maka semua amal shalih akan menjadi sebab meraih nikmat ketenangan batin.
Dan suatu amalan disebut amal shalih apabila terpenuhi padanya dua syarat:
1. Ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala.