KLIKREAD.COM - Dimaksud dengan manisnya iman kata Imam Nawawi, yakni merasakan kelezatan ketaatan.
Ketika dia berdzikir, shalat atau ibadah yang lainnya ia merasakan kenikmatannya.
Karena ada orang yang shalat tapi tidak merasakan kenikmatan.
Yang dia pikirkan adalah bagaimana caranya supaya cepat selesai dari shalat. Bagi dia shalat hanya beban saja.
Baca Juga: Inilah Menyebabkan Ketaatan Menjadi Berat dan Ibadah Terasa Hambar
Ada yang lisannya berdzikir tapi dia tidak merasakan kenikmatan dari dzikir.
Ada orang yang membaca Al-Qur’an tapi dia tidak merasakan kenikmatan.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ثلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّار.
“Ada tiga perkara yang apabila terdapat dalam diri seorang hamba maka ia akan meraih manisnya keimanan:
Baca Juga: Jangan Resah dan Khawatir, Rezeki Itu Sudah Dijamin Allah SWT
(1) Hendaklah ia jadikan Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain kedua-Nya.
(2) Dan hendaklah ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah.
(3) Dan hendaklah ia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci kalau dirinya dilempar ke dalam api.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu]