KLIKREAD.COM - Judul diatas tersebut mengacu pada kewajiban untuk menyebarkan kebenaran atau nasihat, tetapi hasil akhirnya (apakah orang menerima atau tidak) adalah urusan Allah SWT, bukan manusia.
Tugas kita hanyalah menyampaikan dengan jelas dan bijak, bukan menghakimi, menghisab (menghitung dosa).
Atau pula memaksa orang lain untuk berubah, karena hal itu berada di luar kemampuan kita.
Baca Juga: Kita Hanyalah Tanah yang Allah Beri Nyawa, Jangan Merasa Sombong dan Tinggi Hati
Apabila nasihat diterima, maka itu adalah taufik dari Allah SWT.
Jika tidak, kita tidak bisa memaksanya.
Tugas kita hanya menyampaikan dan mendoakan, bukan memusuhi atau menghakimi.
Ustadz Ammi Nur Umpan Hafizhahullah
Baca Juga: Jangan Lewatkan, Ternyata Inilah Keutamaan Shalat Dhuha yang Kita Kejar Setiap Hari di Dunia
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berkhutbah di mimbar, dengan lantang baliau menyampaikan beberapa pesan, diantaranya:
وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ
Janganlah kalian browsing (mencari-cari) aib orang lain.
Siapa saja yg mencari-cari aib saudaranya niscaya Allah akan mencari-cari aibnya.
Baca Juga: Tertimpa Sakit dan Musibah Adalah Bentuk Ujian Bisa Menggugurkan Dosa