KLIKREAD.COM - Bila merugi di dunia masih bisa mendapatkan untung, namun bila rugi di akhirat maka rugi yang sejati.
Dalam Islam, orang yang merugi adalah mereka yang merugikan diri sendiri dan keluarganya di akhirat.
Kerugian ini bisa berupa amalan yang sia-sia, tidak memanfaatkan waktu dengan baik, atau bahkan menyia-nyiakan kesempatan untuk beramal saleh.
Baca Juga: Ingat Bahwa Kunci Rezeki dalam Islam Adalah Bersedekah dan Bertawakal kepada Allah
Orang yang merugi juga bisa diartikan sebagai mereka yang tidak beriman, tidak beramal saleh, tidak berdakwah.
Dan juga tidak sabar dalam menghadapi ujian.
Allah ﷻ berfirman,
Baca Juga: Waktu dan Umur Adalah Aset Berharga Harus Dimanfaatkan dengan Sebaik Mungkin
قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
“Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah!
Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Az-Zumar : 15)
Ingatlah bahwa kesuksesan yang sesungguhnya adalah kesuksesan di akhirat, serta kerugian sejati adalah kerugian di akhirat pula.
Baca Juga: Jangan Ragu Allah Selalu Tahu Doa Mana yang Harus Didahulukan
Bila sukses dunia dan akhirat bisa diraih, maka ini lebih baik.
Namun jika hanya salah satunya, maka sukseslah di akhirat, dan jangan sampai sukses di dunia namun merugi di akhirat.***