Sistem imun yang biasanya cepat tanggap melawan kuman justru lebih dulu melemah.
Jadi meski si Kecil terlihat sehat, kekurangan zat besi bisa membuatnya lebih rentan terhadap penyakit yang datang tiba-tiba.
3. Risiko Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi masih jadi tantangan besar di banyak negara, bahkan tidak hanya di negara berkembang.
Penyebab utamanya karena asupan zat besi dari makanan sehari-hari belum cukup.
Baca Juga: Buah Markisa Bermanfaat untuk Kecemasan dan Gangguan Tidur
Awalnya, anemia defisiensi zat besi pada bayi sering kali tidak terlihat jelas.
Namun, seiring waktu, gejalanya bisa semakin parah.
Yakni dengan tanda-tanda wajah pucat, mudah lelah saat bermain, kurang nafsu makan dan lemas atau kurang aktif.
Anak juga jadi rewel tanpa sebab, dan sulit fokus saat beraktivitas.***