KLIKREAD.COM - Puasa khusus tanggal 9 Dzulhijjah disebut puasa hari Arafah.
Apabila kita tidak mampu berpuasa 9 hari pertama secara full atau sebagiannya.
Maka hendaklah usahakan jangan tinggalkan berpuasa tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah).
Jika tidak ada udzur syar’i hendaklah paksakan berpuasa tanggal 9 Dzulhijjah tersebut walau memang hukumnya tidak sampai wajib.
Baca Juga: Waspada Mulai Ada Kebangkitan Paham Abu Lahab Berani Mencela Allah
Ini mengingat adanya fadhilah bagi yang berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah.
ㅤ
Perhatikan hadits berikut:
ㅤ
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ اَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ اَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ
ㅤ
"Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang". [HSR. Muslim no.1162]
ㅤ
Atas dasar ini, maka empat Madzhab pun sepakat tanpa ada perselisihan lagi.
Baca Juga: Orang Tua Jangan Takut Miskin Membesarkan Anaknya
Bahwa ditekankannya orang untuk berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) tersebut.
Ini adalah pendapat dari Madzhab Hanafi (Badaa’i as Shana’i II:79), Maliki (Mawaahibul Jalil III:312), Syafi’i al Majmu’ VI:380), Hanbali (al Mughni III:177).
ㅤ
Keutamaan puasa Arafah itu khusus bagi yang tidak sedang melaksanakan haji.
Adapun yang sedang haji, bahkan sama sekali tidak disunnahkan melakukan puasa Arafah.
Insya Allah dalam hal ini pun sepanjang pengetahuan ana tidak ada lagi Khilaf di kalangan Ulama.
Baca Juga: Inilah Kiat-kiat Menjauhkan Hal yang Bisa Menjerumuskan kepada Maksiat
ㅤ
Dengan demikian kesimpulannya amat ditekankan bagi yang tidak sedang beribadah haji dan yang tidak ada udzur syar'i untuk berupaya keras melakukan puasa Arafah tersebut.***
Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah
sumber : FB Pejuang Sunnah - Manhaj Salaf