Marbinda merupakan tradisi Natal yang mengajak masyarakat setempat untuk bersama-sama mengumpulkan uang buat membeli hewan kurban. Tradisi Marbinda ini dilakukan sebagai lambang kebersamaan dan gotong royong.
Jenis hewan kurban yang dipersembahkan cukup beragam, dari babi, lembu, hingga kerbau. Daging hewan tersebut akan dibagikan kepada seluruh warga yang telah berdonasi. Tradisi ini mirip Idul Adha di umat Muslim.
Baca Juga: Link Download Contoh Soal PPPK Tahun 2022 Lengkap dengan Kunci Jawaban
3. Tradisi Bunyi Sirene dan Lonceng di Ambon
Salah satu ciri khas perayaan Natal di Ambon yang paling populer adalah sirene kapal dan lonceng gereja. Keduanya dibunyikan secara bersamaan ketika Natal tiba.
Namun, ada tradisi khusus lainnya yang dilakukan warga kota Naku, Leitimur Selatan. Biasanya, mereka akan menggelar upacara adat penyucian sebagai lambang pembebasan dari dosa.
Orang-orang akan berkumpul di rumah komunitas warga untuk mengadakan ritual adatnya masing-masing. Setelah itu, mereka akan menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa daerah dan menari dengan iringan Tifa (alat musik tradisional).
Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Piala AFF 2022 Brunei Darussalam vs Indonesia
4. Tradisi Barapen di Papua
Di Papua, tradisi Barapen dilakukan dari tahun ke tahun sebagai bentuk rasa syukur, kebersamaan, dan berbagi. Barapen adalah acara membakar batu yang nantinya digunakan untuk memasak daging sebagai hidangan makan bersama.
Dalam persiapan upacara Barapen, para pria akan membuat lubang untuk meletakkan batu panas. Dalam lubang tersebut, akan dimasukkan daun pisang untuk memasak daging babi, kemudian ditutupi dengan daun tebal dan batu hingga 3 tingkat.
Di sisi lain, para wanita akan menyiapkan sayuran, seperti kangkung, pakis, singkong, bayam, pepaya, dan ubi jalar. Nantinya bahan makanan itu akan di santap ramai-ramai oleh masyarakat yang mengikuti tradisi tersebut.
Baca Juga: Tips dan Trik Jitu Menghadapai Tes Intelengensia Umum atau TIU dalam Seleksi PPPK Tahun 2022
5. Lovely December Jadi Tradisi Natal di Toraja
Festival Budaya dan Pariwisata Lovely December merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Toraja. Tradisi ini merupakan bentuk syukur menyambut Natal dan Tahun Baru bagi masyarakat Toraja, yang mayoritas beragama kristen.