Baca Juga: Tak Perlu Luar Negeri, RSBP Batam Buktikan Layanan Stroke Lokal Berstandar Internasional
“Berhenti melakukan kekerasan terhadap anak. Jika terdengar ada indikasi kekerasan, segera laporkan,” tegas Amsakar.
Ia juga berpesan kepada para kepala sekolah agar bertindak cepat dan tanggap jika menemukan indikasi bullying di lingkungannya.
Bapak Ibu kepala sekolah, kalau terjadi perundungan, cepat selesaikan persoalan itu. Jangan dibiarkan.
Sebagai bentuk apresiasi atas sinergi menjaga senyum anak-anak Batam, Pemko Batam turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pilar masyarakat dan aparat penegak hukum.
Baca Juga: Menjaga Asa Petani, Komitmen Pemprov Riau Kawal Stabilitas Harga Sawit Raih Apresiasi Nasional
Penghargaan Penegak Hukum Peduli Anak dianugerahkan kepada Wakapolresta Barelang, AKBP Fadli Agus.
Sementara itu, penghargaan Kategori Pemerhati Anak diberikan kepada Yayasan Keluarga Batam (Sri Sudarsono) serta Rumah Singgah Disabilitas Ar-Rahman, disusul penghargaan Pelopor Anak dan Remaja untuk Forum Anak serta Genre Kota Batam.
Peringatan HAN 2026 di Dataran Engku Putri tak sekadar berakhir sebagai panggung perayaan tahunan.
Baca Juga: Tak Lagi Bergantian Ruangan, Pegawai KUA Bulang Sambut Gedung Baru dengan Penuh Sukacita
Lebih dari itu, hari tersebut menjadi pengingat lembut namun kuat bagi seluruh warga Batam: bahwa masa depan kota ini sedang tumbuh dalam tawa anak-anak yang bebas dari rasa takut, terlindungi, dan dicintai.***