Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar.
Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya.
Yaitu pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu).
Baca Juga: Menurut Primbon Jawa Lahir pada Weton Sabtu Kliwon Dipercaya Memiliki Pribadi Bijaksana
Dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api” (QS. An Nur: 35).
Demikian juga Allah Ta’ala bersumpah dengan Zaitun.
Allah Ta’ala berfirman:
وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ
“Demi buah Tin dan buah Zaitun” (QS. At Tin: 1).***