Interior depan Wuling Air EV juga tergolong lega, lantaran di konsol tengahnya tidak ada gundukan transmisi seperti kebanyakan mobil konvensional. Hal tersebut menghadirkan suasana lega di dalam kabin.
Hal menarik lain adalah Wuling cuma menyediakan dua pintu untuk Air EV. Jadi ketika penumpang mau duduk di jok belakang, masuknya tetap harus lewat pintu depan. Agak rumit, karena perlu terlebih dulu lipat dan geser jok depan secara manual.
Setelah duduk di belakang, review Wuling Air EV ini membuat kami merasa kaget karena ternyata rasanya cukup luas. Hal ini dikarenakan Wuling mendesain kaca belakang Air EV dengan gaya vertikal.
Kemudian head room masih tersisa banyak, sementara leg room memang agak mepet. Tapi dua orang dewasa duduk bersama di belakang, masih layak.
Menurut kami, kekurangan jok belakang di Wuling Air EV ini adalah head rest-nya kurang tinggi dan tidak bisa diatur ketinggiannya. Hal tersebut membuat kami kurang rileks saat duduk di sana.
Bicara bagasi, kalau keempat bangkunya ditegakkan maka hanya tersedia sedikit ruang saja untuk barang di belakang. Cukup untuk meletakkan tas kecil, payung, dan lain-lain.
Sementara ketika mau ruang bagasi yang lebih luas, jok belakangnya bisa dilipat rata lantai dengan konfigurasi 50:50.***