"Hal terpenting dari desain pada model yang kita lihat adalah perpaduan antara harmonisasi dan aspek keberlanjutan yang melambangkan teknologi dan inovasi mutakhir Hyundai, dan Batik yang melambangkan tradisi dan warisan budaya Indonesia,” seru Bongrae Kim.
Baca Juga: Loker Terbaru di PT. Ryhthm Kyoshin Indonesia, Cocok buat Yang Suka di Bidang IT Komputer
Mengenai corak batik yang melekat pada mobil ini disematkan di beberapa bagian, baik eksterior dan interior.
Untuk corak berwarna abu-abu diletakan di hood, roof, sisi mobil, dan pintu belakang.
Tak hanya itu, pada lingkar roda juga tersematkan corak batik di bagian center dop yang terkesan mewah berkat perpaduan warna coklat titanum.
Selanjutnya di sisi dalam mendapat warna abu-abu muda dan ornamen metalik berpola batik Kawung yang diaplikasikan di jok, klakson, dan sandaran lengan.
Guna menambah kesan prestesius dan elegan, Hyundai mendesain pola batik berwarna cokelat muda atau soga di sandaran lengan mobil dengan dua pilihan pola.
Bicara warna soga khas Batik Kawung, sejak turun-temurun diproduksi secara alami dari kayu Tingi, Jambal, dan Tegeran.
Secara psikologis warna ini menggambarkan keintiman dengan alam, kesederhanaan, dan kemanusiaan.
Hal ini selaras dengan desain serta material yang digunakan dalam membuat mobio ini yang memanfatkan material daur ulang dan ramah lingkungan di beberapa komponennya.***