Desainnya mengingatkan akan sebuah motor tipe sport, terlebih pada model ini memiliki desain bodi depan yang dibuat seperti fairing.
Kemudian X shape nampak pada bagian tengah motor, hingga buritan motor yang melancip juga meninggi.
Fascia depan berisikan lampu ganda berukuran besar, lengkap dengan LED DRL tepat di atasnya.
Desain batok setang punya sudut tajam dan nampak ramping, gayanya ala-sala cover setang motor balap road race.
Area jok untuk pengendara cenderung lega dan luas. Untuk pembonceng ukurannya pas saja. Hanya saja busa jok sedikit kaku nih.
Saat mendudukinya, Yamaha Aerox 155 Connected ini terasa tinggi karena bagian paha agak terganjal.
Namun ketinggian jok yang mencapai 790 mm masih nyaman untuk rider berpostur 172 cm dan kaki pun bisa menapak permukaan jalan dengan nyaman.
Posisi setang yang agak rendah, membuat tangan pengendara masih santai, meski area pijakan kaki hanya menyisakan sedikit ruang di bagian depan untuk sepatu berukuran 44.
Baca Juga: Loker Terbaru bandung Selatan Sebagai Staff Admin di Bagja Abadi Pratama, Cuss Daftar Sekarang!
2. Mesin Yamaha Aerox 155 Connected
Mesin 155 cc, SOHC 4 katup pendingin cairan dengan sokongan katup VVA (Variable Valve Actuation) sangat memuaskan.
Jantung mekanis ini terasa ringan dan tanpa masalah menggerakkan skutik berbobot 125 kg.
Di atas kertas, mesin Blue Core yang menjadi andalannya ini memiliki rasio kompresi 11,6 : 1.
Tenaga yang mampu dicapai diangka 15,36 PS pada 8.000 rpm serta torsi maksimal mencapai 13,9 Nm di 6.500 rpm.
Respon mesinnya ini tergolong sigap. Akselerasi saat dipakai dikemacetan kota yang cenderung stop & go juga sangat menyenangkan.