Untuk motor tipe matic ada pengecekan ekstra, yaitu di area CVT sebagai transmisi dan penerus tenaga mesin ke roda belakang. Di sini banyak sekali komponen penting yang bisa diperiksa.
Pertama bisa memeriksa kondisi V-belt yang punya umur pakai 20.000-25.000 km. Secara fisik bisa dilihat apa ada keretakan di celah geriginya, kemudian bisa memeriksa lebar V-belt sudah seberapa tipis menggunakan alat ukur.
Kemudian periksa area pulley depan. Meliputi kondisi pulley, jalur rumah roller, hingga roller itu sendiri.
Pastikan roller tidak ada peyang, jalur rumah roller tidak tergerus, dan kondisi dinding pulley tidak ada perubahan derajat.
Di sisi belakang pengecekan bisa melihat kondisi ketebalan kampas kopling tersebut, jangan sampai terlalu banyak tenaga selip akibat kampas kopling tipis. Periksa juga mangkok kampas kopling, oli gearbox, dan terakhir beli grease pada as pulley.
5. Gir dan Rantai
Motor tipe manual bisa melihat kondisi gir depan, gir belakang, dan rantai sebagai penerus tenaga ke roda belakang. Paling mudah melihat kondisi gir, sudah terlalu lancip atau belum.
Kemudian bisa dengan memutar roda, jika rantai terlihat kendur dan kencang berarti gir sudah mulai terkikis dengan tidak rata.
Rantai yang kering perlu dilumasi, namun jika sudah terlalu banyak celah hingga oblak maka perlu ada penggantian.***