Kemudian tentu saja melihat ketebalan kampas rem, pastikan kampas rem tebal untuk menghindari rem blong.
Rem tipe cakram bisa melihat ketebalan kampas rem dengan cara diintip.
Beberapa tipe kaliper juga sudah dilengkapi dengan pelat indikator kampas rem yang akan bergesekan dengan cakram ketika kampas tipis.
Dengan begitu akan menimbulkan suara bergesekan sebagai tanda waktunya penggantian kampas rem.
Untuk rem tipe tromol akan lebih mudah, karena ada panah sebagai indikator ketebalan kampas rem pada dinding tromol.
Jika setelan jarak main rem makin dalam, maka menandakan kalau kampas rem semakin tipis.
Baca Juga: Rekomendasi 6 Mobil Muat Sampai 7 Penumpang, Sekeluarga Bisa Jalan-Jalan Tanpa Berhimpitan
3. Mesin
Hal pertama yang perlu dicek tentu saja kondisi mesin sebagai jantung penggerak dari sepeda motor.
Pengecekan ini bisa dimulai dari kondisi filter udara, jika sudah dirasa kotor dan berumur di atas 10.000 km ada baiknya melakukan penggantian.
Berikutnya melihat kondisi busi sebagai pematik api di ruang bakar, umurnya ada di kisaran 8.000-15.000 km.
Jika di atas itu maka busi tidak bisa menghasilkan pembakaran yang sempurna, akibatnya membuat performa mesin menurun dan konsumsi bahan bakar kurang efisien.
Selanjutnya tentu saja memeriksa kondisi oli yang tugasnya cukup krusial. Namun rasanya tidak cukup hanya diperiksa, ada baiknya oli mesin dalam keadaan baru saat motor ingin digunakan dalam perjalanan jauh.
Baca Juga: Loker Terbaru Tangerang Selatan di PT Mitranda Utama Global, Cek Kualifikasinya dan Daftar di Sini!
4. CVT