Sayangnya, banyak pemilik mobil listrik yang tertarik menggunakan charger dari pihak ketiga karena harganya lebih murah dan mudah ditemukan. Untuk hal ini, kamu tidak boleh langsung tergiur, ya.
Charge Ketika Daya di Bawah 20%
Melansir dari laman Hyundai, pengguna mobil listrik sebaiknya hanya mengisi daya ketika kapasitas baterai di bawah 20%. Hal ini bukannya tanpa alasan, yakni agar mencegah baterai mengalami penurunan kinerja lebih cepat.
Namun apabila mobil jarang digunakan, maka sebaiknya harus selalu mengecek kapasitas dayanya minimal tiga bulan sekali. Tujuannya agar mengetahui sisa daya baterai tinggal berapa persen.
Jangan Mengisi Daya Terlalu Sering
Mungkin banyak pemilik mobil listrik yang sering mengisi daya baterai karena tidak ingin kehabisan daya saat dalam perjalanan. Namun, cara ini sebenarnya sangat tidak dianjurkan.
Pengisian daya yang terlalu sering justru membuat kondisi dan kinerja baterai menjadi menurun. Jadi, sebaiknya lakukan pengisian daya jika dibutuhkan saja atau saat baterai mobil listrik sudah mau habis.
Jangan Dibawa Ngebut
Buat kamu yang hobi memacu kecepatan di jalanan, sebaiknya tidak melakukan hal tersebut dengan mobil bertenaga listrik. Pasalnya, akselerasi berat dalam waktu lama dapat mempercepat usia baterai mobil listrik, loh.
Supaya baterai tahan lama, kamu harus usahakan untuk mempertahankan kecepatan yang konstan dan menghindari pengereman mendadak. Jika semua tips itu kamu abaikan, maka kualitas baterai akan cepat terkuras.
Demikian ulasan tentang tips merawat baterai mobil listrik agar tidak mudah rusak dan tahan lama.***