ekonomi

Menakar Potensi Penguatan Nilai Tukar Rupiah: Fundamental Ekonomi RI Masih Oke

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:12 WIB
Ilustrasi. Nilai tukar rupiah

Di sektor keuangan, penyaluran kredit perbankan pada Januari 2026 tercatat tumbuh sekitar 9,96 persen secara tahunan.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 5,11 persen.

“Artinya secara makro tidak ada perubahan drastis yang menjelaskan pelemahan rupiah sedalam ini. Analogi sederhananya, rumahnya masih berdiri dengan struktur yang kuat, tetapi harga pasarnya sedang turun karena sentimen global dan kondisi lingkungan sedang bergejolak,” kata David.

Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang dinilai dapat membantu memperkuat stabilitas nilai tukar.

Baca Juga: Pemko Batam Ingatkan Perusahaan Bayar THR Paling Lambat 7 Hari Sebelu Mari Raya Idul Fitri

Dengan mewajibkan sebagian hasil ekspor sumber daya alam disimpan lebih lama di dalam negeri, likuiditas dolar di sistem keuangan domestik berpotensi meningkat signifikan.

“Logikanya sederhana. Kalau selama ini devisa ekspor cepat keluar lagi ke luar negeri, pasar valas domestik menjadi tipis. Kebijakan DHE ini seperti membangun bendungan valas agar aliran dolar lebih lama berada di dalam negeri,” ujarnya.

Ke depan, David menilai stabilitas rupiah sangat bergantung pada konsistensi kebijakan ekonomi.

Baca Juga: Safari Malam ke-21 Ramadan, Walikota Lis Berharap Semangat Kebersamaan Bisa Terbangun Terus

Ia menekankan pentingnya menjaga kredibilitas koordinasi kebijakan makro antara pemerintah dan bank sentral, memperdalam pasar valuta asing domestik, menjaga disiplin fiskal, serta memperkuat arus devisa dari ekspor dan investasi.

“Dalam situasi global yang sangat volatil seperti sekarang, stabilitas rupiah pada akhirnya bukan hanya soal supply dan demand dolar, tetapi juga soal kepercayaan pasar terhadap konsistensi kebijakan ekonomi kita,” pungkas David. ***

Halaman:

Tags

Terkini