Aktivitas seperti penggunaan narkoba dan alkohol berat, serta menggunakan tembakau atau vaping, juga dapat menurunkan jumlah sperma.
Steroid anabolik, yang biasanya digunakan untuk meningkatkan massa otot, hampir selalu akan mengecilkan testis dan menurunkan produksi sperma. Ganja dan opioid juga mengurangi produksi sperma.
2. Lingkungan
Baca Juga: Skutik Terbaru! TVS NTORQ 125 Lawan Baru Honda BeAt, Cek Spesifikasi dan Harganya
Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa kondisi sperma yang ideal sedikit lebih rendah dari suhu tubuh, itulah sebabnya testis ditemukan di luar perut.
Testis yang terlalu panas dapat menurunkan produksi sperma. Ini berarti bahwa sering mandi air panas hingga duduk dengan komputer di atas paha dapat menurunkan jumlah Anda.
Adanya penyebab lingkungan lain termasuk paparan pekerjaan terhadap herbisida, pestisida, pelarut, dan bahan kimia industri lainnya atau logam berat.
3. Faktor Medis
Riwayat gejala testis, cedera, atau operasi, serta kondisi genetik seperti sindrom Klinefelter, dapat meningkatkan peluang Anda untuk memiliki jumlah sperma.
Perawatan kanker, termasuk kemoterapi, atau pembedahan, juga dapat memengaruhi produksi hormon dan sperma.
Radiasi testis secara langsung merusak sel yang memproduksi sperma, sedangkan radiasi yang digunakan otak juga dapat menyebabkan jumlah sperma rendah, karena hormon yang diproduksi di otak untuk memproduksi sperma.
Paparan radiasi dari sinar-X atau sumber lain dapat membahayakan produksi sperma juga.
Terkait hal itu, ada beberapa metode pengobatan medis dalam menangani jumlah sperma yang rendah.
Di antaranya, penyuluhan dari pakar, modifikasi gaya hidup, mengonsumsi obat, dan operasi.