KLIKREAD - Kuantitas sperma yang rendah saat ejakulasi dinilai berpengaruh terhadap hubungan suami istri.
Selain kuantitas, kualitas sperma dinilai menjadi salah satu faktor penentu dalam upaya pasangan suami istri memperoleh keturunan.
Adapula yang beranggapan bahwa kuantitas sperma sebagai indikator kesuburan saat hubungan suami istri.
Oleh karenanya, pasangan suami istri disarankan untuk memperhatikan kuantitas dan kualitas sperma dalam merencanakan program kehamilan.
Soalnya, makin banyak kuantitas sperma yang dimiliki maka semakin tinggi pula peluang keberhasilannya.
Sekalipun hanya satu sel sperma yang akan membuahi sel telur, tetapi proses yang harus dilalui sperma untuk mencapai sel telur terbilang sulit.
Terkait hal itu, dalam tulisan ini KlikRead mengungkap penyebab rendahnya kuantitas sperma dan cara mengobatinya dikutip dari Healthline.
Jumlah sperma yang rendah, juga disebut oligospermia, adalah penyebab utama infertilitas atau ketidaksuburan pria.
Rendahnya kuantitas sperma disebut juga dengan oligospermia. Jumlah sperma dianggap rendah apabila di bawah 15 juta sperma per mililiter (ml) air mani, sekalipun rata-rata sekitar 75 juta sperma per ml.
Baca Juga: Inilah 6 Tipe Vespa Klasik yang Diburu Para Kolektor
Ada berbagai faktor penyebab rendahnya kuantitas sperma, yaitu sebagai berikut:
1. Gaya hidup