Tanjakan Bangangah memiliki panjang sekira setengah kilometer dan memiliki kemiringan hampir 50 derajat, sampai sekarang masih diselimuti dengan kesan angker dan horor.
Berbagai mitos dan cerita horor juga acapkali dikaitkan dengan penyebab terjadinya kecelakaan di Tanjakan Bangangah.
Warga di sana menyebut tanjakan herit (angker), mereka meyakini banyaknya lelembut yang tinggal di sana dan sering meminta tumbal atau korban jiwa.
Baca Juga: Inspirasi Desain Rumah Terbaru 2022, Cantik, Ciamik, dan Kekinian
Kehadiran makhluk astral tersebut dikaitkan dengan lokasi Tanjakan Bangangah yang masih dekat dengan Gunung Pulosari yang diyakini merupakan tempat tinggal kerajaan jin.
Berdasarkan kesaksian warga, hampir semua yang pernah lewat Tanjakan Bangangah di malam hari mengalami gangguan mistis.
Mulai dari bau bangkai, aroma melati, lemparan benda jatuh seperti batu, jeritan seseorang, bahkan sosok hitam tinggi yang kerap lalu-lalang menghiasi suasana angker di sana.
Dilansir dari laman correcto.id, ada cerita horor di balik Tanjakan Bangangah.
Warga sekitar ada yang meyakini adanya batu yang berbentuk menjulurkan lidah atau dikenal batu ngelel.
Berdasarkan kepercayaan warga yang tinggal di sekitar Tanjakan Bangangah, batu itu kerap meminta tumbal setiap tahun.
Pada setiap menjelang bulan puasa (munggahan) atau menjelang dan libur Hari Raya Idul Fitri kerap terjadi kecelakaan di tanjakan tersebut.
Namun, tidak banyak orang yang tahu tentang asal usul misteri keberadaan batu ngelel yang diyakini berada di tengah-tengah tanjakan maut tersebut.
Di balik cerita horor Tanjakan Bangangah, jalur ini memang curam, jadi kondisi kendaraan juga harus prima.
Kalau Anda mau melewati jalur ini, apalagi dari arah Carita yang pasti menemukan Tanjakan Bangangah, pastikan terlebih dahulu kondisi kendaraan.